SUKSES MEMBUKA USAHA SENDIRI

TIPS SUKSES MEMBUKA USAHA SENDIRI Seseorang yang ingin sukses dalam usahanya, ada beberapa tips yang dapat dilakukan, yaitu : Harus fokus dan konsistensi Setiap Pengusaha harus memfokuskan diri, pikiran, dan sumber daya pada bidang usaha yang digelutinya, serta mengembangkan keahlian, pengetahuan dan ketrampilan di bidang usaha. Jangan lupa tumbuhkan minat dan gairah kerja sehingga seseorang pengusaha benar-benar mencintai usaha yang sedang dijalaninya. Jangan mudah putus asa Setiap usaha tidak semua berjalan mulus dan meraih kesuksesan dalam sekejap mata tanpa ada hambatan. Semua itu harus disadari bahwa sukses itu merupakan suatu proses perjuangan yang harus dilalui tahap demi tahap. Berani mengambil resiko Pengusaha yang berorientasi pada kesuksesan harus berani mengambil segala resikonya tapi harus di ingat bahwa keberanian itu harus didasarkan atas pertimbangan dan analisa bisnis yang matang agar resiko dapat diminimalkan. Peka terhadap perubahan Dari waktu kewaktu dunia usaha mengalami perubahan kadang menjadikan usaha bisnis menjadi lebih baik atau juga sebaliknya. Oleh karena itu Pengusaha harus bisa mengantisipasi dan beradaptasi pada lingkungan yang selalu berubah karena bila tidak bisa melakukannya sama saja dengan menggali kubur sendiri. Memandang Jauh ke depan Seorang Pengusaha harus bisa memandang jauh ke depan, serta memilki visi. Tanpa visi maka langkah dan arahnya menjadi kurang jelas. Maka dari itu pergunakanlah mata untuk berjalan ke depan sebelum melangkah atau bertindak sesuatu. Demikianlah tips-tips yang bisa digunakan untuk mulai berwirausaha. Dengan tips di atas, semoga kesuksesan akan menjadi milik Anda..Amin…

Business

STEP 1 Business Ideas To start a business you will need to choose or create a business idea. While this is an obvious/jelas step many people who want their own business don't have an idea, just the desire to be an entrepreneur. For the budding entrepreneur, there are many options; buying a franchise or an existing business, or looking to others for ideas for a start-up business. Once you have decided on the business you wish to start, then the real work begins. STEP 2 Business Plan Writing a business plan is your next and most important step, this is how you and others will evaluate your business. When seeking financing the investors or lenders will want to read your plan before they supply you with funding. If you're financing the business yourself, you will still want to have a written plan to develop business strategies and financial projections. A key element within the business plan is the marketing plan, which explains marketing strategies that will be used to advertise and promote the products or services. The goal setting steps of the plan will help you to analyze the success of the business in future years and clearly illustrate the capital needed to operate the company to break-even. STEP 3 Financing With your business plan in hand, you are ready to go find yourself some capital. Most small businesses have three options for financing: friends & family, investors or bank loans. Each of these options has different considerations for the business. Investors and even friends & family usually want ownership and control of their portion of the business. Bank loans burden/beban the business with an additional expense of the loan payment, which can erode/melongsorkan the business profits. STEP 4 Getting started You've got the plan, the money and the enthusiasm/gairah/antusias; you're ready, right? Not yet, as with everything you need to take the legal issues into consideration. First you should choose a legal structure: Sole Proprietorship, Partnership, or Corporation. Your financing decisions will have an effect on what legal structure you choose. Now you can file with the state to incorporate and obtain a federal Identification number. STEP 5 Opening the Doors Okay, it's time to get on the road to making some money; this of course means spending money. Where are you going to run your business? Will a home office do or is commercial space needed to service your customers? Do you need to hire employees to help you run the business? What are your bookkeeping needs, do you need an accountant? Finally, who could forget taxes, what taxes do you have to pay and collect? Now that your business is through the start-up phase, you can now look forward to the issues of managing a small business.

Sembilan Bekal untuk Menjadi Pengusaha

Sembilan Bekal untuk Menjadi Pengusaha Kali ini kami ingin berbagi bekal bagi anda yang menginginkan untuk membangun sebuah usaha baru alias menjadi pengusaha. Sebagai seorang calon pengusaha, maka anda harus benar-benar memiliki bekal-bekal yang coba kami paparkan di bawah ini. Dengan memiliki bekal yang cukup, maka anda akan siap mengarungi samudera dunia usaha yang penuh tantangan dan persaingan. 1. Mulailah dengan sebuah mimpi. Banyak orang takut bahkan berusaha keras untuk tidak bermimpi, apalagi ditengah situasi perekonomian yang terus menghimpit seperti sekarang. Namun, apa yang terjadi? Karena enggan bermimpi untuk besar, maka selamanya jadi orang kecil. Semua bermula dari sebuah mimpi dan yakinkan akan produk yang akan kita tawarkan. A dream is where it all started : Pemimpilah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, cara pelayanan, jasa, ataupun ide yang dapat dijual dengan sukses. Mereka tidak mengenal batas dan keterikatan, tak mengenal kata “tidak bisa” ataupun “tidak mungkin”. 2. Cintailah Produk Anda. Dengan mencintai suatu produk, anda akan mudah memberikan seluruh kekuatan tenaga dan pikiran untuk mensukseskan produk anda. Produk yang anda cintai akan selalu tampak luar biasa di mata anda. Dan akibatnya, saat anda berpromosi kecintaan anda mampu mempengaruhi orang lain calon pembeli potensial anda. 3. Belajar dan Belajar Banyak pengusaha yang mendapatkan sedikit kesuksesan kemudian enggan belajar dan berkembang. Padahal belajar itu tak mengenal batas. Saat anda sukses di suatu bidang, maka pelajari lebih dalam bidang tersebut. Jika anda makin mengenal bidang pekerjaan anda, maka anda akan menemukan banyak sekali peluang-peluang usaha baru yang menanti tangan emas anda. 4. Berani Ambil Resiko Berani mengambil resiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proporsional terhadap resiko yang akan diambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan dengan baik-baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil. Dan inilah faktor penentu yang membedakan “entrepreneur” dengan “manager”. Entrepreneur akan lebih dibutuhkan pada tahap awal pengembangan perusahaan, dan manager dibutuhkan akan mengatur perusahaan yang telah maju. 5. Mintalah Nasehat Dapatkan pandangan lain dari orang lain. Tanyakan pada sang ahli. Entrepreneur selalu mencari nasehat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat diputuskan dengan indera ke enam-nya. Komunikasi yang baik dan kepiawaian menjual. Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci suksesnya. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengembangkan usaha pada fase itu. 6. Kerja Keras dan Etos Kerja Anda mungkin sering mendengar Smart Work, tapi seorang entreprenuer tak hanya menggunakan cara cepat dan gampang. Dia harus bekerja keras. Pengusaha pemula harus mengerahkan segenap kemampuannya dalam memulai usaha. Bahkan saat tidur sekalipun pikirannya tetap bekerja mengumpulkan mimpi dan rencana-rencana kerja 7. Silaturahmi Bertemanlah sebanyak banyaknya. Pada harga dan kwalitas yang sama orang membeli dari temannya, pada harga yang sedikit mahal, orang akan tetap membeli dari teman. Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasehat, membantu menolong pada masa sulit. 8. Bertemanlah dengan kegagalan Hadapi kegagalan dengan tangan terbuka. Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha, selama kegagalan itu tidak “mematikan”. Setiap usaha selalu akan mempunyai resiko kegagalan dan bila mana itu sampai terjadi, bersiaplah dan hadapilah ! Kegagalan kecil dapat menjadi imunisasi bagi usaha anda. Anda takkan pernah melakukan persiapan penting jika tak pernah gagal sebelumnya. Saat anda gagal, itu berarti anda telah sukses menemukan sebuah solusi penanggulangannya. 9. Lakukan Sekarang !! Tunggu apa lagi?? Lakukanlah sekarang juga. Bila anda telah siap, lakukanlah sekarang juga. Manager selalu melakukan READY-AIM-SHOOT, tetapi entrepreneur sejati akan melakukan READY-SHOOT-AIM ! Putuskan dan kerjakan sekarang, karena besok belum tentu milik kita. Kesempatan itu datangnya hanya sekali. Sekali anda melewatkan sedetik kesempatan, jangan harap dia akan terulang lagi di waktu sama.

Pintar Membaca Peluang

Pintar Membaca Peluang CUKUP dan HANYA MELIHAT SELURUH TUBUH kita! Mulai dari ujung kuku kaki hingga ujung rambut di kepala! Dari kuku, ada pemotong kuku, salon pedicure, dll. Dari kaki ada sandal, sepatu, kaos kaki dll. LUAR BIASAA...!! Itu hanya dari kuku kan kaki, belum naik ke atas sampai ke kepala! Bukankah yang namanya sebuah usaha atau bisnis selalu berkaitan dengan kebutuhan manusia? Itu filosofi dan resep dasar membaca peluang suatu usaha. Semakin pintar membaca kebutuhan manusia ribuan inspirasi usaha akan kian terkuak.Jadi?? "sedikit berpikir banyak bekerja!"

Tips Memulai Sebuah Usaha

Betapa banyak orang ingin memulai berwirausaha. Ada yang siap dengan modal plus perencanaan yang njelimet, ada berbekal dengan gagasan semata. Namun ada pula yang mempunyai banyak uang, tapi bingung mau diapakan. Masih banyak yang tidak tahu bagaimana dan dari mana harus memulai. Berikut rahasia yang umum dalam memulai berwirausaha: 1. Penuhi Kebutuhan Konsumen Ini merupakan cara membuka usaha yang paling umum. Jika di kantor Anda membutuhkan layanan katering, buka usaha catering atau belajar terlebih dahulu dan mengikuti pelatihan seperti Makeup Course atau kursus keahlian lainnya. 2. Jual Keunikan Jika Anda lumayan kreatif dan inovatif, pasti banyak hal baru yang berhasil Anda kreasikan. Banyak usaha baru dimulai dari penemuan jenis produk, teknologi, sistem, dan program baru. Jika berhasil menciptakan program komputer baru, misalnya, jangan ragu mematenkan dan menjualnya, apalagi khas dan unik sangat berpeluang menembus pasar. 3. Duplikasi Usaha Lain Bagi yang merasa dirinya kurang kreatif dan inovatif, jangan patah arang. Terkadang ide usaha tersebar di mana-mana. Bahkan di depan mata. Anda hanya perlu membaca peluang, mengukur potensi, dan berani mengambil risiko. Misalnya di depan kampus A usaha fotokopi laris. Apa salahnya menyainginya di tempat yang sama? Anda cukup ''memfotokopi'' usaha itu, plus memberi sedikit nilai lebih (harga, pelayanan, kecepatan, keramahan). 4. Beri Fasilitas Tambahan Mirip cara sebelumnya, namun perlu sedikit sentuhan kreativitas. Misalnya tetangga Anda membuka penyewaan play station. Anda masih bisa menyainginya dengan tambahan fasilitas atau memperluas penawaran (bar, warnet, wartel, makanan siap saji, dll) di lokasi yang sama. Hampir setiap waktu ada saja jenis usaha yang lagi ngetren. Sedikit fasilitas tambahan, Anda pun siap bersaing dengan yang lebih dulu ada. 5. Jual Keterampilan Jeli mengenali bakat orang. Itu pun awal bisnis yang menantang seperti Kursus Akupunktur. Banyak orang berbakat yang jika dikembangkan dan diberi tempat bisa dijual lebih mahal seperti . Tempat-tempat seperti restoran, toko-toko, salon, kursus, servis, pasar, mal-mal, adalah gudangnya orang berbakat. Ambil 2-3 pemangkas rambut berbakat dari salon- salon kecil. Sewakan tempat yang bagus, lengkapi dengan alat, beri brand yang khusus, dan suntik dengan sistem pelayanan yang sempurna. Anda pun sudah memiliki sebuah usaha pemangkas rambut yang ekslusif. 6. Beli Waralaba Yang modalnya lumayan besar, tapi tak mau repot, waralaba (franchise) bisa jadi pilihan. Waralaba merupakan jenis usaha yang relatif terstandarisasi. Butuh kejelihan membaca waralaba mana yang bagus 7. Buka Lokasi Beberapa usaha cepat sekali berkembang karena faktor lokasi, semisal ada pembangunan perumahan mewah di daerah pinggiran. Jika perumahan itu laku, umumnya perekonomian di situ akan cepat berkembang. Fasilitas pendukung akan makin banyak dibutuhkan. Nah, layani warga setempat dengan produk atau jasa yang mereka butuhkan. Jangan lupa, pilihlah lokasi yang paling strategi di sana. 14. Usaha Bersama Kadang usaha tertentu bisa lebih bagus jika didirikan dan dikelola bersama-sama. Semisal Anda kuper, tapi jago masak masakan asing, sementara teman dekat Anda jago melobi dan punya relasi luas. Bisa saja Anda bersama-sama membuka usaha restoran, kelebihan masing-masing bisa saling memperkuat usaha baru, sekaligus memperbesar basis modalnya dan asah kemampuan dengan Les Privat sesuai dengan bisnis yang anda pelajari.

PERSIAPAN MEMULAI SEBUAH BISNIS

Menurut data di US Small Business Administration, lebih dari 50% bisnis /usaha kecil gagal dalam tahun pertama, dan 95% gagal dalam lima tahun pertama. Brian Hazelgren, pengarang “Tactical Entrepreneur” berpendapat bahwa seseorang yang membuka usaha haruslah mempunyai strategi yang solid untuk menangani aspek jangka pendek dari bisnisnya, tetapi juga menjaga fokus masa depan yang cukup demi merencanakan perkembangan bisnisnya. Persiapkanlah semuanya dari awal, agar anda dapat meraih sukses dan mempunyai landasan yang kuat untuk memulai operasi bisnis anda. Brian telah berpengalaman dalam bidang kewirausahaan, baik pengalaman positif maupun negatif. Belajar dari pengalamannya, dia menyusun tips dan strategi bagi mereka yang akan terjun membuka bisnis dan menjadi wirausahawan. Berikut adalah tips dan strategi tersebut : Hindari perangkap dalam mengoperasikan suatu bisnis : - Gunakan mentor. Temukan orang yang berhasil dalam menjalankan suatu bisnis dan sebisa mungkin mintalah nasehatnya / belajar daripadanya. - Bacalah sebanyak mungkin buku tentang kewirausahaan, marketing, atau perencanaan bisnis. Kumpulkan sebanyak mungkin informasi yang bisa anda dapat. Suatu kombinasi dari sumber yang berbeda, tersedia untuk memulai bisnis dengan sukses: - Gunakan alat dan teknologi untuk membantu memulai bisnis anda - Tentukan orang seperti apa yang anda inginkan sebagai karyawan, dan keahlian apa yang dibutuhkan dari karyawan anda. - Ikuti perkembangan mengenai praktek-praktek bisnis dan juga apa yang telah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan lain. - Lakukan penelitian mengenai pola pembelian dan pola pikir pelanggan. - Secara terus-menerus, lakukan penelitian terhadap kompetitor. - Ingatlah mengenai apa yang membuat bisnis anda unik, siapa pembeli/target market anda, siapa kompetitor anda, dan bagaimana strategi distribusi anda. - Gunakan software untuk membantu menyusun sebuah rencana bisnis (business plan). Ide-ide yang sangat sederhana juga terbukti sangat membantu : - Buka account e-mail, dan buatlah situs web - Kartu nama dan brosur adalah alat yang sederhana tetapi powerful. - Buatlah strategi marketing dengan mengumpulkan data mengenai pola pembelian target market anda, apa yang mereka suka, apa yang mereka beli, dan dimana mereka membelinya. Gunakan program promosi untuk menciptakan “unique selling advantage”. Jelaskan mengapa bisnis anda unik. Membuat skema advertising yang benar akan memperjelas bagaimana anda harus menggunakan resource anda. Rencana bisnis yang solid (solid business plan) diperlukan untuk diberikan pada investor yang potensial. Berikan pada mereka rencana anda, agar mereka dapat membacanya dan kemudian mengerti lebih baik mengenai bisnis anda. Tetaplah fokus, dan yakinkan investor bahwa mereka akan mendapat pengembalian investasi (ROI) yang memuaskan. Rencana bisnis yang disusun dengan baik akan memperbesar peluang anda mendapatkan modal yang anda butuhkan. Intinya, setiap bisnis bisa sukses dengan determinasi dan rencana aksi yang solid.

Pengusaha adalah pilihan hidup

pengusaha adalah pilihan hidup dengan segala risiko nya "Dzan, gw capek nih dengeran cerita salah seorang member dari kota S. Tiap hari curhat, gara-gara udah resign tapi bisnisnya ga jalan-jalan alias bangkrut. Sekarang malah keluarganya terancam perceraian. Orang itu agak nyalahin komunitas yang komporin resign tanpa diberitahu resiko nya. Harusnya kasitau donk resiko resign dll, jangan cuma yang enaknya doank yang di share di komunitas. Dan banyak lho member yg bernasib sama.. gimana nih?" Mr.Y : "Bro, ada yang lagi curhat nih. teman saya frustasi. sudah resign trus bisnis bangkrut. dia bener-bener frustasi. Sekarang dia menghidupi keluarganya dengan "jatah" dari mertuanya. Gimana nih?" Mr. Z "utang jadi banyak banget..Gw nyerah nih bro.. gw mau jadi karyawan lagi. tuntutan hidup makin berat, gw butuh kepastian penghasilan...” Menghela nafas sebentar... Bingung juga, mulai darimana ya njelasin nya Mulai dari kapasitas saya untuk menjawab dulu deh 1. saya bukan founder dari komunitas tersebut… saya hanyalah anggota biasa. 2. saya belum pernah merasakan jadi karyawan/TDB atau apapun istilahnya. Karena semenjak kuliah sudah berdagang. Dan saya bisa merasakan beratnya perjuangan bisnis orang-orang yang sebelumnya pernah bekerja. 3. tapi saya pernah mengalami kegagalan, kemunduran, kebangkrutan yang sama. Bahkan berkali-kali. Dan berkali-kali itu pula, alhamdulillah dengan pertolongan Allah, saya selalu bisa untuk bangkit kembali. Oke, setelah tau kapasitas saya untuk menjawab, lanjut ya sekarang ke pembahasan. Pertama : Menjadi karyawan tidak berarti lebih buruk dari menjadi pengusaha. Dan menjadi pengusaha, belum tentu lebih baik daripada karyawan Mengapa? - karena yang lebih mulia di sisi Allah adalah yang lebih bertakwa. Karyawan yang bertakwa jauh lebih baik daripada pengusaha yang korup - ga semua pengusaha itu lebih kaya dari karyawan.. contoh : penghasilan saya saat ini tidak lebih besar dari Dirut Bank Mandiri hehe Kedua : Pahami bahwa status pengusaha dan karyawan adalah hanya aktualisasi diri kita dalam kehidupan. Semua sama saja. Sama-sama dibutuhkan umat manusia Bayangkan bahwa isi dunia ini adalah sebuah organisasi besar. Ada orang-orang yang bertugas menjaga keamanan (tentara/polisi), ada orang-orang yang membantu orang yang sakit (paramedic), ada yang mengatur Negara (politisi), ada pengusaha dan lain-lain. Semuanya sama-sama dibutuhkan. Tidak ada boleh merasa lebih antara satu dan lainnya. Ketiga : Pahami resiko - Jadi tentara/polisi dituntut latihan fisik yang lebih. Kalo kita bukan tipe yang demikian, jangan dipaksakan ber-aktualisasi disana. - Jadi dokter/paramedic dituntut untuk lebih empati dan sabar. Kalo kita ga nyaman ada orang yang malem-malem minta diobati, ya jangan jadi dokter - Jadi pengusaha dituntut untuk siap profit dan siap rugi. Siap maju dan siap bangkrut. Kalo kita ga punya mental siap bangkrut, ya ga usah jadi pengusaha. Tapi ketika kita memilih menjadi pengusaha, ya terima resiko nya apapun itu. Jangan mengeluh, karena ini adalah pilihan kita. Tapi kalo memang tidak cocok, ya jadi karyawan juga ga lebih hina.. - Kata siapa pengusaha banyak waktu luang? Justru pengusaha bisa bekerja 24 jam non-stop! Tapi bedanya, kita mencintai pekerjaan kita jadinya tidak terasa capek. Jadi jangan bermimpi menjadi pengusaha itu bisa bermalas-malasan. - Belum lagi risiko dicibir orang, keluarga, mertua dll ketika baru merintis bisnis… dibilang ga punya pekerjaan tetap lah… pekerjaan ga jelas lah.. penghasilan ga jelas.. malu-malu-in lah.. hayo apa lagi? Keempat : Terima Konsekuensi - Masuk jadi tentara trus mengeluh.. “gimana sih suruh lari 10km setiap hari! Emangnya ga capek!”.. “Ah, bapak/ibu sih yang maksa jadi tentara! Udah saya bilang saya ga suka! Pegel-pegel nih latihannya!” - Masuk jadi dokter juga mengeluh… “gilak… tiap hari harus liatin darah… harus deket-deket sama orang-orang kusta, orang kudisan, exim… mana gw tahan..”.. “gara-gara siapa nih?” - kira-kira begitulah kalo salah pilih menjadi pengusaha… terdengar seperti anak kecil ya? Ya begitulah seharusnya anda melihat diri anda ketika anda mengeluh. Ngerasa salah jalan? Belum telat kok untuk pindah haluan, tapi satu yang pasti : gentle donk sama pilihan sendiri! Jangan mengeluh! Apalagi nyalah-nyalahin orang lain atau komunitas… Jadi, mohon maaf, saya agak kurang sepakat jika menyalahkan komunitas. Plis, jangan biasakan BEJ (blame, excuse, justify). Biasakan untuk menyalahkan diri sendiri. Akar masalah adalah MUGG Kemudian saya merenungkan akar permasalahannya. Ternyata ujung-ujungnya ada di 4 faktor ini, sebut saja MUGG 1.M stands for Mindset Mindset sebagai akar masalah yang pertama. Saya mau jadi jenderal, tapi ga mau jadi letnan dulu. Maunya langsung jadi jenderal. Ga mau latihan fisik, ga mau belajar/sekolah, ga mau diperintah atasan. Saya mau jadi pengusaha, saya mau seperti Bob Sadino, tapi ogah banget nganter-nganter telor ayam door to door. Ogah banget gw kerja sampe larut malam, malah ga tidur. Saya mau jadi Begawan property seperti Trump, tapi ogah banget klo pernah bangkrut total kayak Trump. Wake up! Jangan cengeng! Semua pengusaha-pengusaha besar pasti pernah mengalami kegagalan besar… dan mereka kuat.. mereka bertahan Saya sendiri pernah mengalami kebangkrutan total.. bayangkan saja, dari 10 warnet yang dulu saya punya, kini hanya tinggal 1 cabang saja. Saya tidak menyerah. Hidup isinya perubahan. Saya lihat banyak orang berbondong-bondong membuat warnet. Dan mereka kesulitan untuk mengelolanya. Dan ketika mereka berbondong-bondong klik www.warnet-alpha.net (tentu saja, dengan integritas yang terus dijaga), kini kami bertransformasi menjadi penyedia jasa setup dan maintenance warnet nomor wahid di Indonesia. Bisnis bioethanol saya pun bangkrut. Total kerugian milyaran. Bangkrut, dikhianati, miss-management adalah pelajaran-pelajaran yang berharga.. kini saya alhamdulillah dengan pertolongan Allah telah melewati masa-masa krisis itu dan bahkan membalikan keadaan. Lebih matang, lebih dewasa, sekarang apa-apa bisa jadi duit.. bahkan tanpa modal sekalipun.. Coba hitung, berapa waktu yang anda habiskan untuk memikirkan bisnis anda? Berapa jam per hari? Jangan-jangan Cuma 1-2 jam saja, atau Jangan-jangan anda malah keasikan membuat list daftar barang-barang konsumtif yang mau anda beli. Coba hitung, berapa modal yang diinvestasikan untuk bisnis anda? Untuk marketing? Untuk pengembangan? Untuk penyusutan? Untuk riset? Untuk seminar? Atau malah lebih banyak uang yang dihabiskan untuk keperluan konsumtif? Anda gagal karena mindset anda! Mindset anda yang bilang bahwa jadi pengusaha bisa jalan-jalan sementara bisnis jalan sendiri.. mindset anda yang bilang adanya passive income tanpa perlu bekerja. Tapi anda bertemu realitas yang berbeda, dan anda tidak siap untuk itu… anda panic.. karena tidak seenak yang dijanjikan itu… Jadikan profesi pengusaha ini untuk pengabdian dan untuk ibadah. Insya allah semua terasa nikmat. Kerjakan dengan enjoy dan sebaik-baiknya, pada titik itu justru order/proyek/client/customer yang akan mengejar-ngejar anda! Percayalah! 2.Utang Utang adalah akar masalah yang kedua. Ini adalah masalah yang sangat sensitive. Rasulullah sangat tidak menganjurkan berhutang, dan meng-encourage bagi hasil atau bekerjasama. Saya sendiri bukan orang yang anti-hutang, hutang boleh-boleh saja (walau saya belum pernah berhutang ke bank).. asal ada hitung-hitungan yang matang.. Contoh : bisnis jualan kue kita sudah memiliki satu karyawan untuk antar kue. Dengan net-profit bisnis 2jt/bulan. Kemudian jalan 2 tahun bisnis berkembang, net-profit menjadi 5jt/bulan. Bahkan order melebihi kapasitas produksi. Jika harus investasi mesin produksi baru plus inventaris motor buat antar dengan cara berhutang, maka misalkan diasumsikan ada beban cicilan sebesar 3jt/bulan. - Dan dengan mesin baru itu yang dicicil itu, ternyata net-profit meningkat menjadi 7jt/bulan. Nah itu baru hutang yang bener! Untuk leverage atau pengembangan bisnis. Dan dengan cicilan yang masih bisa ter-cover dengan bisnis yang ada. - Biasanya nih, dengan net-profit “Cuma” 2jt/bulan, kita nekat buka cabang! Supaya bisa franchise katanya! Hutang puluhan bahkan ratusan juta yang cicilannya diatas 5jt. Padahal present net-profit kita Cuma 2jt/bulan! Gimana ini logika nya… sementara tidak ada jaminan bahwa cabang akan selalu untung. Apa bedanya dengan spekulasi? Beda kalau misalnya menggunakan uang dari kantong sendiri - Ada yang lebih parah. Bisnis nya malah belom ada, tapi udah utang ratusan juta buat buka toko kue. Nah yang ini lebih sableng lagi… saya benar-benar tidak menyarankan untuk memulai bisnis dengan hutang! Jangan pernah! - Ditambah lagi utang-utang buat gaya hidup ga penting… cicilan mobil, cicilan blackberry, cicilan TV LCD, mention it… Jangan pernah beli segala sesuatu secara kredit ketika diperuntukan untuk urusan pribadi (bukan perusahaan). Tundalah kesenangan kecil, demi mendapat kesenangan besar nanti! - Bayangkan anda buka 10 toko kue dengan modal utang. Cicilan 50jt/bulan. Itulah yang membuat anda menjadi frustasi! Nikmati pelan-pelan… jalani semuanya dengan sederhana… selesaikan pekerjaan dengan sebaik-baiknya.. biarkan sunnatullah bekerja. Ketika anda bersungguh-sungguh, pasti order yang akan mengejar anda… walau anda menolak sekalipun.. insya allah - Buka 1 cabang dulu.. biar kan menjadi “matang” selama 3-4 tahun, kemudian buka cabang dengan duit tabungan sendiri. Bukan utang. Setelah buka 5 cabang dan berhasil, baru bicara franchise. Atau kalau memang yakin profit, mengapa harus franchise? KFC, Hokben, Gokana juga ga franchise kok.. - Ga punya duit buat 1 cabang? Patungan sama temen! Tentu saja yang bisa dipercaya plus mau sama-sama bekerja. - Ga percayaan sama temen? Ya mulai dari door to door direct selling. Bisa tuh ga pake modal. - Malu? Tengsin? Males? Ya ga usah jadi pengusaha… Coba yuk, bisnis dengan modal yang ada aja. Klo Cuma ada 10jt, ya pake itu aja cukup kok. Klo Cuma ada 1jt, ya udah cukup juga… bisnis saya www.jasakomputer.com modalnya Cuma 1jt, belum jalan setahun menghasilkan net-profit tembus 2 digit alias 10jt. Asal focus! 3.Greedy alias serakah Greedy atau serakah adalah musuh nomor 1 para pengusaha. Penyakit ini seperti kolesterol yang menyebabkan penyakit jantung, yakni pembunuh nomor 1 di dunia. Baru punya itung-itungan diatas kertas, sudah dijadikan patokan.. belom-belom langsung buka 5 cabang… udah gitu pake utang… Baru buka outlet, juga belom jalan 1 tahun, sudah di franchise kan… owalah, bisnis anda belum teruji kalo baru 1-3 tahun… Baru buka satu outlet, beberapa bulan, udah utang bank untuk buka cabang.. bahkan sudah punya kredit mobil.. Bisnis jualan baju sudah jalan, mapan… kemudian tergoda invest banyak di bisnis batubara. Duit habis terkuras, sehingga bisnis garmen pun stagnan ga bisa berkembang karena ga ada dana pengembangan. Bisnis baru 2-3 tahun, tapi gayanya sudah seperti konglomerasi. Punya bisnis IT, bisnis agro, bisnis garment, bisnis retail, bisnis makanan, bisnis pelatihan. Akhirnya satupun tidak ada yang jalan. Saya pernah ditanya oleh salah seorang mahasiswa, “mas, klo kita bisnisnya banyak, kan profit kita jadi lebih banyak.. bukannya lebih enak begitu?” Saya jawab simple, “mas kuliah ambil jurusan apa?” “Teknik” katanya Saya lanjutkan, “kenapa ga nyambi kuliah di FE, Kedokteran, Fisip, Sastra, MIPA, sekalian supaya sekalian gelarnya menjadi SE, ST, S.Ked, S.Sos, S.Hum. kan lebih enak banyak gelar.” Dia jawab lagi, “Lha gimana bagi waktunya mas? Yang ada saya di DO karena nilai jelek semua, trus malah ga dapet gelar sama sekali!” Ngapain kita keblinger.. dan tergoda sama gemerlapnya bisnis teman-teman kita? Coba berpikir ulang deh, bisnis kita yang ada sekarang itu selalu ada kemungkinan untuk menjadi besar kan? Ngapain juga tergoda sama bisnis orang lain? Yang di share ya pasti yang baik-baiknya saja toh…. Sisi “horror”-nya sudah pasti tidak diceritakan hehe. Saya pernah tersandung di bisnis bioethanol yang tidak focus.. rugi ratusan juta.. saya hanya ingin pengalaman ini berguna buat teman-teman semua. Supaya tidak mengulangi kesalahan yang sama. Sinar matahari ketika difokuskan dengan lensa cembung, sanggup membakar kertas. Itulah kekuatan focus! Coba perhatiin orang-orang terkaya di dunia, bisnis nya focus. Bill Gates, Steve Balmer, Oracle, Wal-Mart.. walau di Indonesia masih di dominasi konglomerasi seperti Bakrie, CT, Sandiaga Uno, dll 4. Gengsi Ini adalah akar masalah yang ke-4. Maunya sih setajir Chairul Tanjung yang sekarang. Tapi ga mau niru jalan-nya Chairul Tanjung 30 tahun yang lalu.. jungkir balik jagain mesin fotokopi.. jagain warung alat kedokteran.. nah klo kita? Belom-belom udah nyuruh dan hire karyawan buat jagain warung.. alesannya karena malu. Kalo saya mah mending malu jagain warung, daripada harus menyusahkan orang lain karena tidak punya penghasilan Bisnis itu naik-turun.. biasanya banyakan turun-nya. Turun 100 kali, naik 1 kali. Tapi naik 1 kali itu sudah cukup untuk membayar turun 100 kali. Toh Kolonel Sanders dan Thomas alfa Edison ditolak dan gagal 1000 kali, tapi usaha terakhirnya bisa menutup semua kerugiannya. Jangan Cuma siap kaya, tapi juga harus siap miskin. Yang penting nikmati prosesnya Bob Sadino bahkan pernah bangkrut. Dan kata istri om bob, saat itu uang yang ada Cuma cukup untuk membeli nasi ATAU rokok. Om bob harus memilih. Akhirnya saat itu om bob memilih nasi, sementara untuk kebutuhan rokoknya belio mencari puntung-puntung bekas.. kita siap tidak menjadi seperti ini? Teman-teman dari kalangan Chinese, malah sudah biasa dengan menu bubur. Padahal warungnya sudah ramai. Tapi dengan tekun mereka mengumpulkan tabungan, untuk memperbesar bisnis. Ketika azzam (keinginan) kita sudah kuat, seharusnya tidak berpikir jalan untuk mundur. Separah-parahnya kondisi kita, kita bisa ngasong, mbenerin komputer, jadi supir, jualan Koran.. ya minimal untuk sekedar membeli beras… Seorang pengusaha bernama halilintar, bahkan sempat memiliki perusahaan di New Zealand dan Perancis. Bisnisnya ambruk. Dan belio ga malu untuk jadi tukang ledeng. Dipanggil ke rumah-rumah dsb. Sempat belio malu, karena customer yang memanggilnya adalah orang yang belio kenal. Kini bisnisnya bangkit lagi, dan bahkan lebih besar dari sebelumnya. Saya sendiri pernah menjadi distributor makanan ikan hias, saya antar dengan sterofoam ke toko ikan hias dengan motor.. ya rasa malu tetap ada, tapi kalo dibawa enjoy sih asik-asik aja. ketika bisnis warnet habis, saya turun langsung untuk membantu teman-teman mendirikan warnet dengan memberikan pengalaman gagal saya untuk tidak terulang di warnet yang baru tersebut. Ya, saya melakukannya sendiri, tanpa karyawan. Alhamdulillah masa-masa kritis itu bisa dilewati, kini perusahaan ISP saya (www.net-cyber.com) memiliki sejumlah klien corporate. Bahkan sebentar lagi ada perusahaan Jerman menggunakan jasa internet dari www.net-cyber.com . Jasa Konsultan IT juga kebanjiran order dari instansi-instansi besar untuk web/software development. Pertanyaannya, maukah kita menurunkan standar gaya hidup ketika bisnis menurun? Tadinya naik mobil, sekarang naik motor. Sekarang jagain sendiri gerobak mie ayam kita, gunting credit card, Anak-anak sekolah nya di sekolah yang mahal, pindahkan ke sekolah inpres, kurangi kebiasaan makan di resto, atau bahkan sampai berpuasa untuk menghemat pengeluaran, pindah ke kontrakan petak sementara rumah utama kita disewakan… Maukah kita? Sekali lagi ini adalah pilihan. Kesimpulan Menjadi pengusaha adalah pilihan hidup dengan segala risiko nya (baik untung besar ataupun bangkrut). Jangan pernah menyalahkan orang-orang di sekitar anda, ataupun komunitas yang meng-encourage anda untuk resign. Mereka ga salah. Bahkan harusnya kita berterima kasih. Niat mereka juga untuk kebaikan kita juga. Lebih banyak introspeksi diri. Ternyata penyebab frustasi berbisnis berpusat pada 4 faktor, yakni MUGG (Mindset, Utang, Greedy, Gengsi). Perbaiki mindset kita, hapus hutang yang tidak produktif, jauhi sifat Greedy dan Gengsi. Tiap orang mungkin berbeda-beda, saya sendiri sih benar-benar sudah “bakar kapal”.. jadi insya allah sampai saat ini belum pernah ada pikiran untuk menjadi karyawan. Jauh-jauh saya buang pikiran itu… karena jalur entrepreneur adalah jalan saya.. disinilah aktualisasi saya.. saya akan tetap di jalur ini, walau saya harus menjadi tukang servis komputer panggilan, atau harus jaga warnet. Saya turunkan gaya hidup (jangan tiru prinsip ini jika tidak sesuai dengan anda) Tapi lebih dari itu… kita harus bermimpi mengisi daftar 10 besar orang-orang terkaya di Indonesia, bahkan di dunia. Karena itu, teruslah bergerak. Teruslah berinovasi. Teruslah mengeluarkan karya-karya terbaik! Ingat pesan mbah Kiyosaki, dari income jangan langsung keluar menjadi expenses atau liability.. income masuk dulu ke asset yang menghasilkan passive income. Yang dengan passive income itu baru kita keluarkan untuk expenses atau liability. Nikmati semua proses sebagai ibadah. Ingat, selama kita istiqomah (ga nyerempet-nyerempet yang haram) maka kita selalu ada di jalur kemenangan…

Memulai sebuah usaha baru

Untuk memulai sebuah usaha baru, perlu dibuat perencanaan yang matang. Hal yang sangat penting adalah menentukan jenis usaha apa yang cocok untuk dimasuki. Hal ini terkait dengan kemampuan masing-masing orang, karena untuk membuat usaha baru, harus benar-benar memahami proses bisnis dari A-Z usaha yang akan digeluti, beserta risiko-risiko nya. Kira-kira produk apakah yang akan dijual atau diproduksi? kemana pemasarannya? serta bagaimana segmen pasar yang akan dituju? Berikut dibawah ini artikel terkait dengan hal tersebut yang dapat dijadikan pertimbangan dan referensi bagi kita semua untuk memulai usaha sendiri. Semoga, Amin……………… Mulai dari yang Kecil Pierre Omidyar dari e-bay, William Colgate dari Colgate, David Gold dari 99 Cents Only Store, Dewitt dan Lila Wallce dari Reader’s Digest. Apa persamaan tokoh-tokoh ini? Mereka kaya, sukses dan mereka tidak bekerja untuk orang lain, tetapi memiliki usaha sendiri. Mereka tidak memulai dari usaha besar, tetapi dari usaha kecil yang kemudian menjadi besar. Ingin tahu rahasia sukses mereka? Memulai Usaha Sendiri Memang banyak cara untuk meraih sukses. Salah satunya adalah dengan membangun usaha sendiri. Mengapa? Menurut Jennifer Basye Sander dan Peter Sander dalam buku mereka Niche and Grow Rich, kekayaan sangat jarang diperoleh dengan bekerja untuk orang lain. Pernyataan ini juga didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jual-beli rumah mewah, Merrill Lynch. Untuk mengidentifikasi calon pembeli potensial, Merrill Lynch memutuskan untuk mempelajari profil dari pembeli-pembeli mereka yang termasuk dalam pembeli kelas utama (mereka yang memiliki aset di atas $ 5.000 juta). Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa 70% dari pelanggan kelas wahid tersebut adalah mereka yang memiliki usaha sendiri (bukan mewarisi kekayaan dari orang tua mereka). Mereka tidak bekerja bagi orang lain, tetapi bekerja untuk diri sendiri. Mereka bekerja keras, menabung, dan hidup hemat sampai akhirnya mereka berhasil mengumpulkan kekayaan dalam jumlah besar. Orang yang bekerja untuk dirinya sendiri tidak hanya dapat mengumpulkan banyak kekayaan, tetapi yang lebih penting, mereka juga senang melakukan pekerjaan yang mereka pilih sendiri. Dari Mana? Lisa Hammond, pendiri katalog barang yang dihasilkan oleh pengusaha wanita, dalam bukunya Dream Big mengatakan bahwa jika ingin mencari ”panggilan bisnis” yang cocok, amati sekeliling Anda dan catatlah semua hal yang menarik perhatian Anda. Lisa Hammond sudah melakukan strategi ini dan sudah memiliki mimpi untuk terjun dalam bisnis yang bisa membantu para pebisnis wanita. Tetapi ia belum tahu bisnis apa yang harus ditekuninya. Untuk itu, ia membuka-buka majalah, surat kabar, pergi keliling kota, mengunjungi tempat-tempat yang dianggapnya menarik, dan berbicara pada orang-orang yang dianggapnya bisa memberikan ide bisnis. Setiap kali ia menemukan ide yang menarik, ia mencatatnya dalam Buku Ide Bisnisnya. Catatannya bisa berupa foto, satu kata, satu kalimat, satu guntingan gambar, artikel ataupun iklan. Semua ia kumpulkan sedikit demi sedikit. Beberapa buku sudah ia habiskan untuk mengumpulkan ide bisnisnya, sampai akhirnya ia menemukan ide bisnis yang paling pas untuknya, yaitu membuat Femail, katalog barang yang dihasilkan pengusaha wanita. Cari Niche Market. Niche market adalah pasar khusus dengan kebutuhan khusus. Pasar ini memang pada awalnya tidak terlalu besar, tetapi memiliki pelanggan yang loyal jika kebutuhan mereka bisa terpenuhi. Misalnya: begitu banyak majalah untuk wanita dan keluarga, kemudian salah satu penerbit majalah mendapat ide untuk meluncurkan majalah untuk para orang tua yang memiliki balita. Biasanya para orang tua (terutama yang baru memiliki anak pertama) belum paham mengenai cara mengurus anak dan mereka sangat butuh informasi mengenai segala sesuatu yang menyangkut perawatan anak balita mereka. Lalu mengapa memulai dari niche market? Jika Anda baru memulai usaha, dan Anda ingin memulai usaha dari skala kecil, niche market merupakan titik awal yang paling aman (Jennifer Basye Sander dan Peter Sander, Niche and Grow Rich). Para pengusaha besar biasanya tidak bermain di pasar niche market, jadi persaingan juga relatif lebih mudah ditangani, dan target pasar di niche market umumnya akan menjadi loyal jika mereka memang dilayani dengan baik dan kebutuhan mereka dapat dipenuhi dengan tepat. Langkah-langkah Setelah menetapkan ide bisnis rinci yang akan Anda jalankan, berikut adalah langkah-langkah yang perlu diperhatikan untuk memulai ide bisnis tersebut. Lakukan Penelitian. Jika Anda memiliki modal terbatas, dan masih belum siap secara keuangan untuk benar-benar lepas dari pekerjaan tetap Anda, Anda bisa memulai dari skala kecil, misalnya dengan melayani keluarga, tetangga atau kenalan, ataupun mulai dari usaha rumah tangga. Upaya ini dilakukan untuk melakukan tes pasar: bagaimana reaksi orang terhadap produk yang Anda tawarkan, apakah produk tersebut sudah baik, atau masih memerlukan perbaikan di beberapa bagian. Semua kegiatan ini merupakan penelitian yang Anda lakukan, dan hasilnya bisa Anda jadikan pelajaran berharga untuk melakukan perbaikan sedikit demi sedikit sehingga Anda dan produk Anda benar-benar siap diluncurkan dengan skala yang lebih besar. Misalnya jika Anda ingin berbisnis di bidang kue kering. Anda bisa menawarkan kue kering tersebut pada hari-hari raya kepada teman atau keluarga. Ketika mereka membeli jangan lupa menanyakan pendapat mereka mengenai produk tersebut (rasanya, tampilannya, harganya, bungkusnya). Pendapat ini dapat dijadikan masukan bagi perbaikan kualitas kue Anda berikutnya. Susun Rencana Tindakan. Setelah hasil penelitian yang Anda lakukan Anda pelajari dengan saksama, langkah selanjutnya adalah menindaklanjuti hasil penelitian tersebut dengan menyusun rencana yang lebih rinci untuk perbaikan dan peluncuran produk ke pasar yang lebih besar. Perencanaan ini bisa mencakup antara lain: penetapan nama produk, packaging dari produk, perbaikan proses produksi, jalur distribusi yang dipilih, modal tambahan yang diperlukan, orang-orang yang akan diajak bekerja sama (baik sebagai penanam modal, pegawai, ataupun penyalur produk), dan strategi pemasaran yang akan dijalankan (misalnya: dengan brosur, catalog, melalui website, e-mailing list, atau iklan di media komunitas RT/RW, organisasi sosial tempat Anda beraktivitas). Implementasi Rencana. Rencana yang telah disusun perlu ditindaklanjuti dengan tindakan nyata. Jika memang modal terbatas, rencana bisa direalisasikan secara bertahap dalam jangka waktu yang lebih panjang (namun, deadline tetap perlu untuk ditetapkan, agar Anda tetap terpacu untuk menyelesaikannya). Implementasi rencana perlu disertai dengan ketekunan dan kejelian untuk melakukan adaptasi terhadap situasi yang dihadapi. Mungkin saja Anda perlu melakukan penyesuaian terhadap rencana karena kondisi saat ini tidak seperti yang telah diperkirakan sebelumnya (ada kenaikan harga yang drastis, ada perubahan tren, resesi ekonomi, ataupun bencana alam dan bencana sosial). Menjadi perusahaan global yang sesungguhnya yang dihargai dan dihormati oleh seluruh orang di seluruh dunia juga merupakan visi global Toyota untuk 2010. Maka untuk memenangkan rasa percaya, memang diperlukan perjuangan dan ketekunan dalam menerjemahkan mimpi besar ke dalam tindakan nyata. Sudah banyak yang telah meraih sukses dengan memulai dari yang kecil. Contoh Usaha Kecil yang Sukses Berikut adalah beberapa orang yang telah memulai dari kecil dan akhirnya meraih sukses besar. Disney. Tahukah Anda bahwa Walt Disney memulai usahanya dari sebuah gudang milik pamannya yang diubah menjadi sebuah studio? Pada saat itu, film-film yang dibuat adalah film-film layar lebar, Disney dan kakaknya melihat peluang besar di sebuah niche market (pembuat film kartun). Namun karena keterbatasan modal, mereka meminjam gudang milik paman mereka untuk memulai produksi film mereka yang pertama. Usaha di gudang ini kemudian berkembang menjadi kerajaan bisnis di dunia hiburan dengan penghasilan yang terus meningkat melalui film-film blockbusters yang dihasilkannya. Sekarang, selain usaha film kartun, Disney juga berhasil membangun ”Dunia Fantasi”, yaitu sebuah taman hiburan yang besar dan modern yang dikunjungi jutaan orang per tahunnya. Reader’s Digest. Majalah yang sudah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa dan sudah melekat di hati jutaan pembaca di seluruh dunia selama beberapa dekade ini dibidani oleh Dewitt and Lila Wallace. Pasangan suami isteri Wallace ingin membagikan semangat juang dan kiat sukses kepada para pembacanya setelah terpukul oleh kepedihan dan kehancuran yang disebabkan oleh perang dunia. Dengan dana yang terbatas, mereka memulai pembuatan majalah ini dari skala kecil. Majalah ini pun dibuat dengan ukuran yang ekonomis (ukuran kecil, jauh lebih kecil dari majalah lain pada umumnya). Namun, dengan isi yang dirasakan bermanfaat oleh para pembaca, majalah ini akhirnya berkembang menjadi majalah internasional yang beredar di berbagai negara, dengan oplah yang mencapai jutaan eksemplar. Sebuah mimpi akan tetap menjadi mimpi jika tidak ada tindakan untuk mewujudkannya. Mimpi boleh saja besar, tetapi Anda bisa memulainya sekarang dari skala kecil. Dari tindakan kecil ini, Anda bisa mendapatkan pelajaran berharga yang bisa kita gunakan untuk memperbaiki tindakan yang berikutnya, sehingga akhirnya seluruh mimpi bisa terwujud. Jadi, sudahkah Anda mempunyai mimpi sukses? Tidak usah menunggu sampai Anda memiliki segalanya untuk mulai. Mulai sekarang, dan mulai dari skala kecil kalau memang Anda masih memiliki beberapa keterbatasan. Salam Sukses untuk Anda.

Tips Memulai Sebuah Usaha

Betapa banyak orang ingin memulai berwirausaha. Ada yang siap dengan modal plus perencanaan yang njelimet, ada berbekal dengan gagasan semata. Namun ada pula yang mempunyai banyak uang, tapi bingung mau diapakan. Masih banyak yang tidak tahu bagaimana dan dari mana harus memulai. Berikut rahasia yang umum dalam memulai berwirausaha: 1. Penuhi Kebutuhan Konsumen Ini merupakan cara membuka usaha yang paling umum. Jika di kantor Anda membutuhkan layanan katering, buka usaha catering atau belajar terlebih dahulu dan mengikuti pelatihan seperti Makeup Course atau kursus keahlian lainnya. 2. Jual Keunikan Jika Anda lumayan kreatif dan inovatif, pasti banyak hal baru yang berhasil Anda kreasikan. Banyak usaha baru dimulai dari penemuan jenis produk, teknologi, sistem, dan program baru. Jika berhasil menciptakan program komputer baru, misalnya, jangan ragu mematenkan dan menjualnya, apalagi khas dan unik sangat berpeluang menembus pasar. 3. Duplikasi Usaha Lain Bagi yang merasa dirinya kurang kreatif dan inovatif, jangan patah arang. Terkadang ide usaha tersebar di mana-mana. Bahkan di depan mata. Anda hanya perlu membaca peluang, mengukur potensi, dan berani mengambil risiko. Misalnya di depan kampus A usaha fotokopi laris. Apa salahnya menyainginya di tempat yang sama? Anda cukup ''memfotokopi'' usaha itu, plus memberi sedikit nilai lebih (harga, pelayanan, kecepatan, keramahan). 4. Beri Fasilitas Tambahan Mirip cara sebelumnya, namun perlu sedikit sentuhan kreativitas. Misalnya tetangga Anda membuka penyewaan play station. Anda masih bisa menyainginya dengan tambahan fasilitas atau memperluas penawaran (bar, warnet, wartel, makanan siap saji, dll) di lokasi yang sama. Hampir setiap waktu ada saja jenis usaha yang lagi ngetren. Sedikit fasilitas tambahan, Anda pun siap bersaing dengan yang lebih dulu ada. 5. Jual Keterampilan Jeli mengenali bakat orang. Itu pun awal bisnis yang menantang seperti Kursus Akupunktur. Banyak orang berbakat yang jika dikembangkan dan diberi tempat bisa dijual lebih mahal seperti . Tempat-tempat seperti restoran, toko-toko, salon, kursus, servis, pasar, mal-mal, adalah gudangnya orang berbakat. Ambil 2-3 pemangkas rambut berbakat dari salon- salon kecil. Sewakan tempat yang bagus, lengkapi dengan alat, beri brand yang khusus, dan suntik dengan sistem pelayanan yang sempurna. Anda pun sudah memiliki sebuah usaha pemangkas rambut yang ekslusif. 6. Beli Waralaba Yang modalnya lumayan besar, tapi tak mau repot, waralaba (franchise) bisa jadi pilihan. Waralaba merupakan jenis usaha yang relatif terstandarisasi. Butuh kejelihan membaca waralaba mana yang bagus 7. Buka Lokasi Beberapa usaha cepat sekali berkembang karena faktor lokasi, semisal ada pembangunan perumahan mewah di daerah pinggiran. Jika perumahan itu laku, umumnya perekonomian di situ akan cepat berkembang. Fasilitas pendukung akan makin banyak dibutuhkan. Nah, layani warga setempat dengan produk atau jasa yang mereka butuhkan.

Belajar Berjiwa Wiraswasta

Entah mengapa akhir2 ini saya punya pikiran merasa terkurung dalam sebuah doktrin berfikir yang tertanam selama bertahun2, yaitu cara berfikir yang selalu employed-oriented alias bekerja (pada orang lain) entah itu kantoran, hotel dan sejenisnya. Tidak pernah berfikir tentang self-employed/membuat usaha sendiri misalnya jualan sayur, jualan bakso, jadi tukang cukur dan sejenisnya yang bisa dikategorikan usaha sendiri. Sejak masa sekolah selalu berfikir kerja dimana, jadi apa, posisi apa dll. Ketika sudah bekerja pada perushaan A dengan gaji tinggi, lalu berfikir lagi untuk kerja di perusahaan B yang menawarkan lebih. Doktrin itulah yang sangat berperan pada diri saya sehingga mental babu (baca: mental pekerja, bukan mental pengusaha) tumbuh subur dalam pikiran saya. “Saya jadi babu dan kaya, so mengapa mesti wiraswasta lagi?” Saya tidak mengatakan bahwa menjadi pekerja adalah tidak OK, sama sekali tidak. Ada satu kepuasan tersendiri jika punya usaha sendiri dan menciptakan lapangan kerja untuk orang lain. Tidak ada yang salah. Saya sendiri sampai saat ini adalah seorang pekerja yang bermental babu tulen. Harus diakui bahwa karena menjadi babulah saya bisa seperti sekarang, belum kaya sih tapi cukup makan dan minum, dan cukup yg lainnya. Saya hanya merasa bahwa mungkin sudah saatnya saya mulai berfikir untuk move forward dan menghentikan mental babu itu dan mulai belajar untuk berfikir mandiri dalam dunia kerja. Langkah nyatanya adalah pada 2007 dengan segala keterbatasan dan modal panas dan dengan jumlah hanya 70% dari seharusnya yang ada di business plan, saya merintis sebuah bengkel mobil di Denpasar. Hal itu benar2 menjadi titik tolak dalam merubah sedikit demi sedikit cara saya berfikir untuk mulai belajar berwiraswasta. Secara sepintas, modal dan kesempatan terlihat menjadi faktor yang menentukan tapi nyatanya tidak. Saya punya banyak kolega yang sudah menjadi pekerja bertahun2 bahkan puluhan tahun, baik di dalam maupun luar negeri. Dari segi modal rasanya tidak menjadi masalah untuk memulai sebuah usaha sendiri skala kecil/menengah. Tapi karena mental babu yang masih begitu kuat dan tidak mau keluar dari comfort zone maka tidak ada pikiran sama sekali untuk memulainya. Yang ada hanyalah kesibukan yang terus menerus dan selalu dalam hunting mode untuk mencari di perusahaan/hotel mana bekerja. Alhasil, saya sangat sedikit mempunyai teman yang bisa diajak ngobrol dan berjiwa wiraswasta. Walaupun tidak bisa serta merta, paling tidak mempersiapkan diri setelah selesai bekerja di negeri orang. Mereka hanya sibuk mencari update2 berita hotel apa berdiri dimana, hotel apa ada lowongan dan service chargenya berapa dan sejenis2nya. Walau tidak bisa sekarang, paling tidak pikiran sudah mulai terbuka ke arah sana. Jika terus termakan doktrin itu, lalu sampai kapan menjadi babu terus? Akankah sampai tua? Apa tidak bosan bekerja untuk orang lain terus? Ternyata belajar berjiwa wiraswasta tidak harus melulu yg muluk2 dan tinggi2. Berikut beberapa tips untuk memulainya: 1. Stop mental babu itu. Hal yang paling penting adalah pikiran kita. Kebanyakan dari kita sudah terbiasa selalu berfikir sesuai doktrin itu sehingga menutup mata untuk hal2 menyangkut wiraswasta. Jika pikiran sudah terbuka maka selanjutnya akan lebih mudah. 2. Konsep modal. Memang modal menjadi faktor utama dalam memulai sebuah usaha mandiri tapi tidak menjadi faktor penentu. Banyak cara untuk mensiasati faktor ini misalnya nabung sejak dini, pinjaman dll. 3. Jgn muluk2 dan tinggi2. Dalam memulai usaha sendiri, jgn langsung memikirkan hal2 yg gede dan muluk2 misalnya bagaimana menyaingi KFC, bagaimana menyaingi BCA dll. Mulailah dengan hal2 kecil dan biarkan pikiran kita membentuk sebuah konsep dulu dengan fondasi yang kuat ke arah bisnis. 4. Hobi dan jeli melihat peluang. Idealnya memulai sebuah usaha adalah sesuai dengan hobi sehingga dalam menjalaninyapun akan lebih enjoy. Jika senang makan, buatlah warung nasi yang punya ciri khas dan branding sendiri misalnya Warung Makan Bajak Laut. Jika senang fashion, buatlah usaha butik misalnya dengan sentuhan khas yg menbedakan dari usaha sejenis. Jika senang online, bikin warnet. Jika senang bakso, jadilah juragan bakso, buat beberapa rombong (sekitar 2 jtan perbuah) lalu cari pekerja orang Jawa (maaf orang Bali gengsinya gede, walau kantongnya kosong) yang mau dimodalin untuk jualan bakso. 5. Tanyakan pada diri sendiri. Akhirnya semua kembali berpulang pada diri sendiri. Tanyakan pada diri kita masing, apakah saya ini termasuk forever babu-oriented atau entrepreneur-oriented. Saya sendiri termasuk

Jika ingin kaya dan sukses

Jika ingin kaya dan sukses, jadilah wirausahawan. Kalau hanya menjadi karyawan yang masih bekerja pada orang lain, akan susah menjadi kaya dan sukses. Sesukses-suksesnya karyawan, tetap masih berada di bawah kesuksesan bos. Sesukses-suksesnya karyawan tetap saja menjadi seorang “buruh”. Namun, menjadi wirausahawan ternyata tak semudah itu. Diperlukan Kiat Sukses Berwirausaha yang jitu dan mudah diterapkan. Berwirausaha, meskipun memberikan kebebasan karena dapat bebas bekerja tanpa dikendalikan oleh bos, namun membutuhkan kerja keras dan kesabaran yang lebih banyak. Pada tahap awal, wirausahawan bahkan harus siap bekerja jauh di atas jam kerja normal para karyawan kantor dengan hasil yang belum pasti. Kesuksesan dalam menjalankan usaha tak diraih dalam sekejap mata. Perlu waktu untuk mencapai kesuksesan itu. Hal inilah yang sering tak dimiliki oleh para calon wirausahawan. Banyak yang berharap meraih sukses dalam waktu singkat, instan, dan tak butuh menunggu lama. Banyak yang tak sabar menjalani tahapan-tahapan yang harus dilewati. Banyak yang tak tekun mengatasi permasalahan yang timbul dan akhirnya menyerah begitu saja. Kiat sukses berwirausaha yang diberikan para wirausahawan sukses pada dasarnya sama: tekun dan tak mudah menyerah.

Kemampuan untuk mengembangkan fokus

1. Kemampuan untuk mengembangkan fokus yang jelas. Anda harus tahu betul apa yang membuat usaha Anda berbeda dari para pesaing. Kembangkan sebuah visi dan laksanakan, jangan beralih dari satu ide ke ide yang lai
1.    Kemampuan untuk mengembangkan fokus yang jelas.
Anda harus tahu betul apa yang membuat usaha Anda berbeda dari para pesaing. Kembangkan sebuah visi dan laksanakan, jangan beralih dari satu ide ke ide yang lain. Banyak pengusaha gagal karena mereka merasa bahwa ide baru yang mereka temukan lebih menarik daripada yang mereka jalankan sekarang.
3.    Kemauan untuk membuat rencana.
Para pengusaha paling sukses adalah orang-orang yang memiliki tujuan dan rencana yang jelas untuk meraihnya. Mereka mempelajari pasar, persaingan, dan mekanismenya, serta bersedia mempelajari sungguh-sungguh semua kendala yang mungkin akan dihadapi.
5.    Kemampuan untuk mengatasi kekhawatiran karena harus menjual.
Dalam artian tertentu, semua pengusaha adalah penjual. Anda tidak boleh takut berhadapan dengan konsumen, memotivasi pegawai, dan menjalin hubungan baik dengan pemasok. Anda tidak harus punya keahlian tersebut saat memulai usaha, tetapi Anda harus mempelajarinya agar usaha Anda tetap berjalan.
n. Banyak pengusaha gagal karena mereka merasa bahwa ide baru yang mereka temukan lebih menarik daripada yang mereka jalankan sekarang. 3. Kemauan untuk membuat rencana. Para pengusaha paling sukses adalah orang-orang yang memiliki tujuan dan rencana yang jelas untuk meraihnya. Mereka mempelajari pasar, persaingan, dan mekanismenya, serta bersedia mempelajari sungguh-sungguh semua kendala yang mungkin akan dihadapi. 5. Kemampuan untuk mengatasi kekhawatiran karena harus menjual. Dalam artian tertentu, semua pengusaha adalah penjual. Anda tidak boleh takut berhadapan dengan konsumen, memotivasi pegawai, dan menjalin hubungan baik dengan pemasok. Anda tidak harus punya keahlian tersebut saat memulai usaha, tetapi Anda harus mempelajarinya agar usaha Anda tetap berjalan.

Engkau sedang diregang gelisah

-Banyak orang ingin jadi orang kaya, tapi perilakunya tidak menunjukkan bahwa dia akan jadi orang kaya. -Orang yang biasanya dikecewakan oleh kehidupan, adalah orang yang biasanya lalai memelihara kepercayaan. -Maka peliharalah kepercayaan yang sekecil apa pun, karena dari situlah tumbuh kredibilitas pribadi -Seseorang yang belum berhasil, tidak bisa disebut orang gagal. -Selama dia berupaya, dia adalah seorang petarung yang berada dalam perjalanan menuju kemenangan hidupnya. Tidak ada orang yang bisa disebut gagal, selama dia berupaya dan selama dia tidak menyerah. -Engkau sedang diregang gelisah. -Menginginkan yang pasti, tapi tak tahu apa yang harus kau lakukan.

7 Kebiasaan orang-orang yang sangat efektif

7 Kebiasaan orang-orang yang sangat efektif Efektif : Melakukan hal yang tepat (do right thing) Efisien : Melakukan dengan tepat (do thing right) Kebiasaan : Perilaku (behaviour) yang sering (berulang-ulang) dilakukan • Character Ethic (Prinsip-prinsip dasar) Prinsip-prinsip dasar yang positif dan orang hanya dapat mengalami keberhasilan yang sejati dan kebahagiaan yang abadi bila mereka belajar mengintegrasikan prinsip-prinsip tersebut kedalam karakter dasar mereka. Contoh prinsip-prinsip dasar seperti : Integritas, Kerendahan Hati, Kesetiaan (loyal), Keadilan, Keberanian, Kesederhanaan, Kesopanan, dll. • Personality Ethic (Sikap dan Perilaku) keberhasilan merupakan suatu fungsi kepribadian, citra masyarakat, sikap dan perilaku, keterampilan dan teknik, yang melicinkan proses-proses interaksi manusia. Personality Ethic mengambil 2 jalan : 1. Teknik hubungan manusia dan masyarakat 2. Sikap mental positif • Paradigm / Paradigma (Cara pandang) Adalah representasi mental. Adalah model, pattern, atau kumpulan ide-ide yang menjelaskan satu aspect. Paradigma bisa diumpamakan sebagai peta dari kota atau wilayah sehingga jelas bahwa peta bukanlah wilayah itu sendiri. Kita melihat dunia bukan sebagaimana dunia adanya, melainkan sebagaimana kita adanya – atau- sebagaimana kita terkondisikan untuk melihatnya. Tidak pernah lengkap dan tidak pernah sama. • Emotional Bank Account (Rekening Bank Emosional) Rekening Bank Emosional mencerminkan tingkat kepercayaan dalam suatu hubungan. Seperti rekening keuangan di bank, kita memasukkan simpanan ke atau melakukan penarikan dari rekening ini. Perbuatan-perbuatan seperti berusaha untuk memahami terlebih dahulu, bersikap murah hati, menepati janji, dan bersikap setia. 7 Kebiasaan Dari Orang-Orang Yang Sangat Efektif: “Kebiasaan 1″ : Jadilah Proaktif ( Be Proactive ) Bersikap proaktif adalah lebih dari sekedar mengambil inisiatif. Bersikap proaktif artinya bertanggung jawab atas perilaku kita sendiri (di masa lalu, dimasa sekarang, maupun di masa mendatang), dan membuat pilihan-pilihan berdasarkan prinsip-prinsip serta nilai-nilai ketimbang pada suasana hati atau keadaan. Orang-orang proaktif adalah pelaku- pelaku perubahan dan memilih untuk tidak menjadi korban, untuk tidak bersikap reaktif, untuk tidak menyalahkan orang lain. Mereka lakukan ini dengan mengembangkan serta menggunakan keempat karunia manusia yang unik — kesadaran diri, hati nurani, daya imajinasi, dan kehendak bebas — dan dengan menggunakan Pendekatan Dari Dalam ke Luar untuk menciptakan perubahan. Mereka bertekad menjadi daya pendorong kreatif dalam hidup mereka sendiri, yang adalah keputusan paling mendasar yang bisa diambil setiap orang. “Kebiasaan 2″ : Merujuk pada Tujuan Akhir ( Begin With The End in Mind ) Segalanya diciptakan dua kali — pertama secara mental, kedua secara fisik. Individu, keluarga, tim, dan organisasi, membentuk masa depannya masing-masing dengan terlebih dahulu menciptakan visi serta tujuan setiap proyek secara mental. Mereka bukan menjalani kehidupan hari demi hari tanpa tujuan-tujuan yang jelas dalam benak mereka. Secara mental mereka identifikasikan prinsip-prinsip, nilai-nilai, hubungan-hubungan, dan tujuan-tujuan yang paling penting bagi mereka sendiri dan membuat komitmen terhadap diri sendiri untuk melaksanakannya. Suatu pernyataan misi adalah bentuk tertinggi dari penciptaan secara mental, yang dapat disusun oleh seorang individu, keluarga, atau organisasi. Pernyataan misi ini adalah keputusan utama, karena melandasi keputusan-keputusan lainnya. Menciptakan budaya kesamaan misi, visi, dan nilai-nilai, adalah inti dari kepemimpinan. “Kebiasaan 3″ : Dahulukan yang Utama ( Put First Thing First ) Mendahulukan yang utama adalah penciptaan kedua secara fisik. Mendahulukan yang utama artinya mengorganisasikan dan melaksanakan, apa-apa yang telah diciptakan secara mental (tujuan Anda, visi Anda, nilai-nilai Anda, dan prioritas-prioritas Anda). Hal-hal sekunder tidak didahulukan. Hal-hal utama tidak dikebelakangkan. Individu dan organisasi memfokuskan perhatiannya pada apa yang paling penting, entah mendesak entah tidak. Intinya adalah memastikan diutamakannya hal yang utama. “Kebiasaan 4″ : Berfikir Menang/Menang ( Think Win Win ) Berfikir menang/menang adalah cara berfikir yang berusaha mencapai keuntungan bersama, dan didasarkan pada sikap saling menghormati dalam semua interaksi. Berfikir menang / menang adalah didasarkan pada kelimpahan — “kue” yang selamanya cukup, peluang, kekayaan,dan sumber-sumber daya yang berlimpah — ketimbang pada kelangkaan serta persaingan. Berpikir menang-menang artinya tidak berpikir egois (menang / kalah) atau berpikir seperti martir (kalah / menang). Dalam kehidupan bekerja maupun keluarga, para anggotanya berpikir secara saling tergantung — dengan istilah“kita”, bukannya “aku”. Berpikir menang / menang mendorong penyelesaian konflik dan membantu masing-masing individu untuk mencari solusi-solusi yang sama-sama menguntungkan. Berpikir menang / menang artinya berbagai informasi, kekuasaan, pengakuan, dan imbalan. “Kebiasaan 5″ : Berusaha untuk Memahami Terlebih Dulu, Baru Dipahami (To Understand To BeUnderstood) Kalau kita mendengarkan dengan seksama, untuk memahami orang lain, ketimbang untuk menanggapinya, kita memulai komunikasi sejati dan membangun hubungan. Kalau orang lain merasa dipahami, mereka merasa ditegaskan dan dihargai, mau membuka diri, sehingga peluang untuk berbicara secara terbuka serta dipahami terjadi lebih alami dan mudah. Berusaha memahami ini menuntut kemurahan; berusaha dipahami menuntut keberanian. Keefektifan terletak dalam keseimbangan di antara keduanya. “Kebiasaan 6″ : Wujudkan Sinergi (Synergy) Sinergi adalah soal menghasilkan alternatif ketiga — bukan caraku, bukan caramu, melainkan cara ketiga yang lebih baik ketimbang cara kita masing-masing. Sinergi adalah buah dari sikap saling menghargai — sikap memahami dan bahkan memanfaatkan perbedaan-perbedaan yang ada dalam mengatasi masalah, memanfaatkan peluang. Tim-tim serta keluarga-keluarga yang sinergis memanfaatkan kekuatan masing-masing individu sehingga secara keseluruhannya lebih besar dari pada jumlah total dari bagian-bagiannya. hubungan-hubungan serta tim-tim seperti ini mengenyampingkan sikap saling merugikan (1 + 1 = 1/2). Mereka tidak puas dengan kompromi (1 + 1 = 1 1/2), atau sekedar kerjasama (1 + 1 = 2). Melainkan, mereka kejar kerjasama yang kreatif (1 + 1 = 3 atau lebih). “Kebiasaan 7″ : Mengasah Gergaji ( Sharpening The Saw ) Mengasah gergaji adalah soal memperbaharui diri terus menerus dalam keempat bidang kehidupan dasar: fisik, sosial/emosional, mental, dan rohaniah. Kebiasaan inilah yang meningkatkan kapasitas kita untuk menerapkan kebiasaan-kebiasaan efektif lainnya. Bagi sebuah organisasi, Kebiasaan 7 menggalakkan visi, pembaharuan, perbaikan terus-menerus, kewaspadaan terhadap kelelahan atau kemerosotan moral, dan memposisikan organisasinya di jalan pertumbuhan yang baru. Bagi sebuah keluarga, kebiasaan 7 meningkatkan keefektifan lewat kegiatan-kegiatan pribadi maupun keluarga secara berkala, seperti membentuk tradisi-tradisi yang merangsang semangat pembaharuan keluarga.

Tujuan yang jelas

Tujuan yang jelas Orang-orang yang sukses memiliki tujuan yang tertulis, mulai dari apa yang harus mereka lakukan dalam 30 hari hingga program 10 tahun. Mereka semua juga memiliki tujuan pribadi dan keluara yang dinyatakan secara detil sebagaimana tujuan profesional mereka. Saran yang kita semua pernah dengar bahwa: Tulislah tujuan Anda, benar-benar bekerja dan bermanfaat. Idealisme yang mengagumkan Hal yang cukup menonjol dari orang-orang sukses adalah idealisme mereka. Mereka semua ingin melakukan suatu perubahan, mengisi hidup ini dengan penuh tujuan dan makna, atau meraih sebuah mimpi. Mereka dimotivasi dengan gairah untuk menciptakan dunia yang lebih baik, menyumbangkan sesuatu dan menolong orang lain. Disiplin pribadi Mereka tidak mau membuang-buang waktu dan membohongi diri mereka sendiri. Mereka tidak membesar-besarkan atau mengecil-ngecilkan suatu masalah. Orang-orang ini amat tepat saat mereka berbicara mengenai usia, hubungan, usaha atau impian-impian mereka. Angka dan tanggal, dollar dan sen, detil amat penting bagi mereka. Mereka mudah untuk diajak bicara dan jelas dalam berkomunikasi.

Syarat utama menjadi pengusaha adalah

Syarat utama menjadi pengusaha adalah : Tidak banyak berharap, menghilangkan rasa takut, dan mengubah pola pikir. ”Harus punya kemauan dan tekad kuat mengubah diri, dari bagaimanapun adanya sekarang. Keberanian mengambil peluang. Anda baru jadi entrepreneur kalau sudah terbukti tahan banting dan tidak cengeng,” Sukses bukan takdir, tapi sukses adalah pilihan. Jadi sekarang tinggal pilih, sukses atau gagal. Pilihan sukses dapat kita peroleh jika kita benar-benar yakin dan sangat yakin dengan kemampuan luar biasa yang dimiliki setiap pribadi. Tak ada satupun pribadi yang terlahir sebagai pribadi gagal, semua pribadi terlahir sebagai pemenang dan manusia luar biasa dengan bakat yang dibawanya. Bakat itulah yang kita manfaatkan akan menjemput kesuksesan yang luar biasa pula. Sudah sangat jelas suksees bukan milik dan monopili orang-orang tertentu. Sukses adalah pilihan semua orang dan untuk sukses memang tidak gampang, perlu perjuangan yang lebih. Disinilah kembali dihadapkan pada satu pilihan, mau berjuang atau hanya berpangku tangan menanti belas kasihan orang lain. Ah tak malukah bertindak seperti ini pada anak cucu nanti. Mereka pasti malu punya moyang hanya seorang peminta-minta.

Tips Menumpas sms penipuan


Tips Menumpas sms penipuan


Siapa yang tidak jenuh, baru mata terbuka saat bangun pagi terdengar suara sms di handphone

bukan sms dari keluarga atau orang yang kita sayangi ,sms bertuliskan " uangnya di kirim saja
ke nomor rek xxxx atas mama xxxx" ataupun sering kali juga sms dengan text" mama atau papa beliin
pulsa penting mama/papa di kantor polisi urgent "

Sudah sering di handphone menerima sms sms model seperti itu. yang menjadi pertanyaaanya , apakah
mental anak bangsa ini adalah mental penipu. entah anak atau orang sama saja .mencari uang atau menjalani
hidup memang berat tapi tidak harus dengan cara melakukan hal hal yang konyol, melakukan kebiasaan penipuan.
mungkin saat ini para pelaku aman tidak terendus oleh aparat keamanan , namun yang namanya apes atau istilah
mengerikannya namanya manusia pasti mati baru tau rasa.

Berikut tip sederhanana menumpas para pelaku sms penipuan yang mungkin efektif di terapkan di indonesia

1.Adanya satu wadah website sebagai tempat pengaduan atau adanya killer rekening bank yang bisa mendeteksi
atau memblok apabila rekening bank tersebut di gunakan untuk melakukan penipuan .

2.adanya alat canggih atau aplikasi canggih dalam bentuk apk pada smart mobile yang bisa di gunakan untuk
mendeteksi datangnya sms penipuan ,layaknya seperti pengecek website milik siapa pembuat siapa dan apk
atau aplikasi itu di share di dalam android market istilah teknology yang baru baru ini .

3.Pemerintah membuat undang undang yang menjerat tentang penipuan dengan modus sms , minimal dendanya adalah
apabila terbukti melakukan penipuan dengan sms bisa di kenakan denda 10 juta hal ini bisa menjadi tambahan
pemasukan pemerintah dan membuat jenuh para pelaku sms penipuan .

4.Memasukan nomor hadphone penipu ke dalam kaskus , bagi anda yang belum memiliki kaskus atau sebagai kaskuser
wajib mendaftar , karena kaskus adalah media efektif untuk share apapun.

5.Kreatif dengan cara atau upaya anda sendiri bagaimana cara menumpas para penipu dengan menggunakan sms , karena
dengan banyaknya manusia indonesia yang kreatif melakukan atau menggali cara cara menumpas penipuan dengan sms
mungkin hal ini akan cepat untuk meredam atau menghentikan niat para pelaku penipuan dengan sms .


Tips di atas mungkin belum cukup sempurna tetapi sedikit menyumbangkan ide atau tips demi keamanan adalah lebih baik
dengan kata lain kita membantu negara ini menjadi negara yang aman dan mencegah mereka mereka yang menginginkan melakukan
penipuan melalui sms , kita sadari memang hidup dan mencari uang itu berat dan tidak mudah , namun janganlah menggunakan
cara cara yang melanggar tata aturan agama atau undang undang yang berlalu , ingatlah hidup di dunia hanya sebentar .

apakah anda tidak merasa sayang dengan masa masa kehidupan anda yang anda gunakan untuk melakukan keburukan ?

Semoga bermanfaat dan apabila ada kurang lebihnya momon maaf dan terima kasih atas partisipasinya membantu meredam
penipuan melalui sms , sekian dan terima kasih .

Perbedaan antara Karyawan dan Pengusaha

0 Mungkin berikut perbedaan antara Karyawan dan Pengusaha, sapa tau diantara pembaca ada langsung mendapat hidayah untuk menjadi sorang pengusaha :D
PEKERJA/PEGAWAI = PENUH KEPASTIAN
1.Pasti Disuruh2.
2.Pasti kena Deadline.
2.Pasti Digaji Diakhir Bulan.
3.Pasti bangun jam 6 Pagi, Pulang jam 5, bahkan bisa lebih parah lagi.
4.Pasti termasuk orang yg bikin macet pada jam 7 pagi dan jam 5 sore.
5.Pasti Dimarahi atasan kalau salah.
6.Pasti kena SP1,SP2 dan PHK kalau Macem2.
7.Pasti Gajinya gak naek2,biarpun sudah mengorbankan 80% waktu hidupnya untuk kemajuan perusahaanya.
PENGUSAHA/WIRASWASTA = Penuh Ketidakpastian
1.Kadang2 Nyuruh orang,kadang kerjain sendiri(itu juga kalo gak males)
2.Kadang2 pendapatannya kecil,kadang juga bisa 10x gaji PNS.tergantung usaha.
3.Kadang2 gue gajian tanggal 1,10,20 30,,ya gmana gw aja,duit2 gue sendiri.
4.Kadang2 bangun jam 10,jam 1 siang,jam 7 malem ya teserah gue,orang usaha2 gw,mau tutup juga boleh kan?
5.Kadang2 suka marahin pegawai.


Mengapa Banyak yang Memilih Bekerja


Mengapa Banyak yang Memilih Bekerja Daripada jadi Pengusaha
Itulah yang dia tulis. Berikut saya copy paste tulisan tersebut.
Disini penulis ingin coba menelaah dan menyadarkan mengapa banyak rakyat Indonesia yg memilih bekerja ketimbang jadi pengusaha.
Bagaimana pola hidup rakyat Indonesia pada umumnya? yang ane liat sih begini
SD->SMP->SMA->Kuliah->Kerja->Nikah…
Ane bingung,banyak orang mampu kuliah di PTN ternama dengan biaya puluhan juta rupiah,tapi saat lulus kerjaanya hanya beli koran buat buka rubrik lowongan kerja,atau buka www.J*bsDB.com. Padahal kalo uang kuliah nya dipake buat buka usaha,mungkin usahanya udah maju pesat.
ane coba kupas beberapa alasan umumnynya :
1. Tidak tau Usaha apa Yang Harus Dibuka.
Tidak tau usaha apa yang harus dibuka
Caranya gini, jalan2 keluar,tulis 50 usaha yg ada di sekitar ente ke kertas( yg masuk dengan modal ente aja),gulung2 terus dikocok.
Nah,apa yg keluar itulah usaha ente yg cocok.

Pilihlah jenis usaha yg GAK ADA KAITANNYA dengan keahlian ente.contoh ente anak IT,jangan buka usaha komputer,buka yg laen.
alesannya kalau ente buka usaha yg bidangnya anda sukai,anda akan cenderung stuck dan tidak membuka mata ke peluang dan wawasan ke bidang yg lain.

2. Tidak Punya Modal
Tidak Punya modal, ini adalah alasan klasik sejuta umat yg paling sering menghalangi seseorang buat jadi pengusaha.Jumlah modal ini juga sebenarnya terkait dengan usaha apa yg mau dibuka.
Ane punya cerita dikit nih,ada temen ane namanya marwan, yg pengen punya usaha jualan kios martabak pakai stand kaca gitu,rencanya pingin jualan di pinggir2 indomaret or alfamart gitu.saya bilang “bagus itu,mulai saja besok kita sewa tempat dan bikin gerobaknya”,analisis usaha dan proyeksi untung nya juga udah mantep,ditargetkan profit 2,3juta/bulan.dia perlu modal kira2 10jt.lalu dia bengong,sambil mikir “10 juta ane dapat dari mana mas?duit di dompet aja cuma goceng?”Karena alesan2 itulah dia selalu menunda2 niat nya sampe hari ini.
Suatu hari ada kabar buruk menimpa keluarganya,ibunya sakit keras dan butuh biaya 12.5jt untuk keperluan operasi,kalau tidak nyawanya dikawatirkan tidak selamat.Kalang kabut,tentu saja dia pusing setengah mati,mana ayahnya pun cuma PNS golongan IIA.Namun ane lihat usahanya keras,jauh lebih keras dari pada keinginannya untuk buka usaha martabak tadi.Gak nyangka,dalam waktu 8 hari,dia berhasil ngumpulin duit 14 juta,hasil dari jual motor,jual hape,jual cincin mas kimpoi,pinjem tetangga, ngutang sama temen2nya, bapaknya minjem ke koperasi tmpat dia kerja.dan gak pernah terpikirkan bagaimana cara melunasi hutangnya nanti.
Well akhirnnya ibunya selamat dan baik2 saja dan saat ini hutangnya udah lunas tuh.
Inti dari cerita ane adalah : percayalah,usaha ente untuk mengumpulkan modal saat ini MASIH JAUH DARI MAKSIMAL.
3. Tidak Punya Bakat Usaha
Tidak punya bakat usaha
“Ane kan bukan orang cina,jadi susah kalo mau buka usaha.” —>hehehe,,alesan klasik..

” Ah bapak ane gak ada bakat usaha,jadi ane juga gak kan bisa”—>Nyalahin kok nyalahin bapak mu,kalo ente gak jadi pengusaha ntar anak ente juga bakal bilang gitu ke ente..
” Ah,bapak ane juga pengusaha,tapi kok gak kaya2?”—>Kesuksesan pengusaha bukan dari kaya ato miskin bung, tapi dari seberapa banyak orang yang bisa kamu hidupi dari usaha kamu.kalo gak mau kaya bapak mu ya jangan ikuti caranya lah.
ya paradigma kayak gini yg ikut serta menghalangi niatan anda,KESUKSESAN itu gak SARA bung,gak pilih2 kok asal mau usaha.